Desainer Web dan Bangga Karenanya

Tuesday, August 15, 2006

Oleh: Chris MacGregor

Apakah kamu mendengar tentang anak 16 tahun yang mendesain web dan menghasilkan lebih dari $6000 dalam sebulan!?!

Hal terberat menjadi seorang web desainer profesional adalah memberitahu orang-orang apa pekerjaan saya. Berbagai komentar yang saya dapat mulai dari penilaian bahwa web hanyalah sebuah fad (tren sesaat), hingga pada komentar yang terkenal, "Anakku kelas 5 SD sudah punya situsnya sendiri". Alasan terutama bahwa titel pekerjaan seperti Desainer GUI Web atau Web Creative dianggap remeh dalam lingkup profesional dan media adalah karena dalam sosialita sekarang, istilah desainer web memberimu rasa hormat kira-kira sama dengan bagi seorang loper koran.

Siapa yang harus Disalahkan?

Bukanlah kesalahan dari desainer web sekarang jika siapapun dengan kemampuan memakai internet dapat dengan mudah mengaku bisa menjalani profesi tersebut. Adalah kesalahan dari desainer saat ini bahwa orang-orang tidak mengetahui perbedaan antara seorang profesional, dengan anak 16 tahun yang gemar mempromosikan diri sendiri. Perbedaan itu adalah kemampuan desain, pengetahuan Internet, pengalaman dan komitmen profesional pada bidang ini.

HTML adalah bahasa yang mudah dipahami, dan tidak butuh banyak keahlian untuk pergi ke toko dan membeli satu dari banyak paket software web editing WYSIWYG. Namun web desain lebih dari sekedar mengkode satu halaman yang akan tampil di browser. Batasan yang diberikan pada desainer web membuat pembangunan sebuah halaman menjadi sebuah permainan kompromi dan trik untuk menipu browser. Kita telah memakai fitur TABLE dari HTML sebagai semacam Postscript on-line, mendefinisikan sel untuk menyimpan data atau gambar kita sebagaimana kita memakai jalur ("path") dan text box untuk mendesain halaman. Namun bersamaan dengan tiap trik baru, dengan tiap perkembangan baru, sifat dari Internet itu sendiri menyalurkan ide kita kepada siapapun di luar sana yang mengaku dirinya "desainer web".

Sebagai profesional kita dihadapkan pada situasi yang sama yang diberikan oleh revolusi Desktop Publishing kepada desain grafis di akhir era 80an. Setiap perusahaan software menyatakan bahwa produk mereka akan membuat situsmu sebaik buatan desainer profesional. Sekolah lokal menawarkan kelas desain yang diajarkan oleh guru ilmu komputer yang memfokuskan pada penulisan HTML dan tidak pada tujuan memberikan desain yang efektif. Buku-buku tersedia di toko-toko dengan judul seperti The Idiot's Guide to Web Design dan Web Page Design for Dummies. Profesi kita terancam oleh semua ini.

Jadi apa yang bisa kita lakukan?

Yang dapat kita lakukan

Pertama, kita harus memperluas jarak antara mereka yang sekedar mengaku sebagai desainer web dengan profesional sesungguhnya. Profesional tidak "membuat" desain web, kita mempraktekkannya. Web desain bukanlah tanda jasa yang bisa dipasang pada seragam pramuka (namun dari yang terjadi sekarang, hal itu tidak terlalu jauh berbeda), ini adalah sebuah pilihan karir yang menuntut perkembangan terus menerus dan dedikasi yang serius. Kita terus bekerja mengembangkan kemampuan dan teknik kita, mempelajari bagaimana memakai alat baru dan menguasai yang lama. Untuk menaikkan profesi kita dari persepsi yang ia dapat sekarang menuju tingkat yang layak ia perolah, perbedaan antara profesional dan amatir haruslah jelas bagi para penonton biasa.

Kedua, sebagai profesional kita harus memahami bahwa alasan pengunjung untuk meng-klik sebuah tombol sama pentingnya dengan penampilan tombol itu pada browser yang berbeda. Kita harus dapat melihat pada informasi yang dimasukkan ke dalam website dan mengorganisasikannya dalam format yang mudah dipahami. Separuh psikolog dan separuh editor majalah, seorang desainer web harus menjadi bentuk digital dari seorang manusia Renaissance. Sama seperti seorang pesulap yang dapat membuat kartu ratu hati terambil dari setumpuk kartu, kita harus dapat membawa pengunjung satu website menuju informasi yang akan menjawab pertanyaan mereka.

Ketiga, kita harus dapat menentukan tujuan situs yang kita buat. Bekerja dengan klien untuk membangun strategi Internet mereka sama pentingnya bagi kesuksesan website tersebut, dengan bagaimana penampilannya. Perusahaan yang sekedar menginginkan sebuah website on-line akan melewatkan pengaruh komunikasi yang dimiliki oleh website yang efektif. Sebagai web desainer profesional kita harus dapat bekerja dengan satu perusahaan untuk menggarisbawahi apa yang ingin mereka dapat dari website mereka, dan apa yang diperlukan untuk memperolehnya. Kemudian kita memakai informasi ini untuk membangun situs yang akan memenuhi kebutuhan klien.

Keempat, pemahaman mengenai pemasaran dan Public Relation harus menjadi bagian dari resume setiap web desainer profesional. Kita harus mengetahui bagaimana memakai pola ekonomi berdasar-hadiah (gift-based) dari Internet untuk mendapat peningkatan pelanggan bagi klien. Profesional tidak boleh mengalami kesulitan membuat banner kampanye yang efektif, atau menulis meta-tag yang dapat mempromosikan situs. Sebagai profesional kita akan membutuhkan latar belakang semacam ini untuk bersaing dengan desainer web "sepulang sekolah" yang mendatangi bisnis kita.

Tentang Penulis

Chris MacGregor bekerja menghapus dosanya di purgatory sebagai desainer web. Dia diwakili oleh Aquent di Houston, di mana melaluinya ia bekerja freelance untuk perusahaan di industri energi yang bernilai milyaran dollar. Selain bekerja, Chris juga mempublikasikan Flazoom.com, situs kritik Flash yang terkenal dan dia telah menulis sejumlah artikel mengenai Flash dan Usability (kepenggunaan?). Ketika ingin lari dari itu semua, Chris menjadi pembicara konferensi dan pertemuan mengenai web dan usability.

Kelima, web desainer profesional harus merasa bangga dengan profesi kita. Sudah waktunya kita menggenggam titel kita, mengambilnya kembali dari anak-anak 16-tahun. Lain kali ketika kamu kehabisan kartu bisnis, banggalah dengan profesimu dan gunakan titel, Desainer Web. Bergabunglah dengan desainer web lain di daerahmu dan buat sebuah grup profesional. Berhenti bersembunyi di balik titel yang dibuat-buat; dengan melakukannya kamu hanya akan menambah persepsi bahwa web desain adalah pekerjaan yang tepat untuk para idiot dan bodoh.

Tidak akan mudah untuk merehabilitasi imej dari web desainer profesional, namun kita semua akan memperjuangkannya. Masa depan profesi kita ditentukan oleh perbuatan kita di masa sekarang. Jadi, ketika lain kali seseorang mengatakan bahwa anak kelas 5 SD mereka memiliki websitenya sendiri, balaslah dengan mengatakan bahwa dia harus terus berusaha, dan setelah lulus sekolah bisa jadi ia akan dapat menjadi desainer web profesional, sama sepertimu.

Translated with the permission of A List Apart Magazine and the author[s].

ke awal | link permanen |

Komentar+Respons:

8467350923870820957

wah setuju !

sebelum baca artikel ini , saya mikir mikir , menjanjikan ga sih sebenernya profesi seorang web desainer . Setelah baca , keyakinan saya akan profesi ini meningkat , meskipun ga 100% tapi saya yakin seorang web desainer itu bukan profesi maen-maen yang bisa dilakukan oleh anak sma !.

Hanya profesional yang berdedikasi tinggi saja yang boleh menyandang pekerjaan itu , hidup web desainer !.

by the way , udah lama belum bikin blog ini . saya ada usulan ... kenapa ga dibikin ala-id.org saja , untuk masalah hosting insyaAllah saya bisa bantu deh ^^ .
Blogger Rizky @ 11:34 AM | Permalink